RSS

Export Import Database in Sqlite

Sqlite merupakan salah satu database yang menggunakan bahasa C. Database ini simple dan cukup flexibel. Untuk melakukan import file yang kita butuhkan adalah dump file yang didalamnya adalah sql query. Caranya cukup mudah, pertama-tama kita perlu menempatkan sqlite db file kesuatu tempat khusus db agar tidak tercecer.
#mkdir -p /var/db/
#sqlite3 /var/lib/databaseTest.db < importDb.sql
Sedangkan untuk melakukan export
#sqlite3 /var/lib/databaseTest.db .dump > /home/root/hasilEport.sql

Migrate data using ZFS from Old Filesystem to new Filesystem

Kadang kita menemukan kendala yang mana pool kita sudah penuh akan tetapi data terus tumbuh berkembang. Cara mengatasi hal tersebut kita pasti memerlukan downtime meskipun hanya sebentar. tetapi akan lebih baiknya kita pindah server utama ke standbay terlebih dahulu baru kita maintenance sistem kita. untuk mengatasi masalah tersebut kita cukup menggunakan feature snapshot dari zfs. kita dapat dengan cepat memindahkan data. Langkah yang akan diambil siapkan new filesystem baru di another pool. setelah itu kita lakukan snapshoot data pada filesytem yang lama. Kemudian kita transfer datanya kita kirimkan ke filesystem yang baru. Kemudian remove filesystem yang lama, jika tidak server tidak dapat bootup secara sempurna. karena memiliki dua filesystem yang melakukan mountpoint terhadapat mount yang sama. untuk tahu caranya adalah sebgai berikut.
zfs create app_pool/disc1 ### new filesystem di another pool
zfs unmount -f rpool/disc1  ###melakukan downtime terhadapa filesystem dengan cara unmount dari zfs
zfs snapshot rpool/disc1@snapshot1   ##buat snapshotnya
zfs send rpool/disc1@snapshot1 | zfs receive -F app_pool/disc1   ### Transfer snapshotnya ke new filesystem
zfs set mountpoint=/disc1 app_pool/disc1
zfs destroy rpool/disc1

Vi Editor

Vi adalah Visual editor. Vi merupakan editor default dari linux atau solaris. Vi merupakan applikasi yang ringan dan aman dalam melakukan pengeditan configurasi. Berikut merupakan command2 yg sering digunkan. Untuk informasi tambahan vi terdiri dri dua mode. Command mode dan writing mode.
Cursor mode:

A (appnd) digunakan untuk menambah huruf baru didepan cursor
I (insert)  untuk menyisipi huruf baru dibelakng cursor
U digunakan untuk mengundo yg dchange sblmnya
Dw digunakan untuk delete word
Dd digunakan untuk delete line
Yy digunakan untuk copy line
$ digunakan untuk memindahkan cursor ke paling ujung line
^ digunkan untuk memindahkn kursor paling awal line
B digunakan untuk memindahkan cursor ke depan kata
W digunakan untuk memjukan cursor ke akhir kata
^f untu memjukn screen
^b untuk memundurkan screen
/kata untuk melkukn pencarian
R untuk replace
Shift + g untuk memindhkan cursor ke paling bawah
:0 untuk memindahkan cursor ke paling atas

Command mode:
:%s/cari/replace/g merep,ace semua smp bawah
:set nu untuk mrmbetikan line nmber

Set Hostname in Host File Windows

Seperti halnya linux dan system operating system lain. Dalam melakukan translasi suatu site dapat dilakukan dua pencarian, dengan mencari melalui host file terlebih dahulu atau menggunakan dns. Kebanaykan orang tidak mengetahui jikalau windows juga dapat kita setting untuk mencari host file terlebih dahulu agar cepat. Tanpa konek ke jaringan untuk melakukan translasi nama suatu host menjadi ip. Jika di windows untuk mengeditnya ada di Drive C/windows/system32/driver/etc/hosts
102.54.94.97     rhino.acme.com      
38.25.63.10     x.acme.com           

Sed Script

Sed merupakan sebuah command untuk melakukan edit file didalam editor tapi dengan menggunakan satu command. Salah satu feature sed yang sering digunakan adalah saat melakukan replace sesuatu. Contoh gampang adalah kita ingin menghilangkan space dan hanya ingin mengambil angka saja dari sutatu hasil outputan command.
#ls -lrt | wc -l
maka outpunya adalah seperti ini
#       5
padahal yang ingin kita dapatkan adalah
5
tidak ada space. Maka cara gampangnya adalah
#ls -lrt | wc -l | sed -e 's/^[ ]*//'
Selain itu kita juga dapat mengubah semua konfigurasi file dalam satu direktory hanya dengan satu command. Biasasnya command ini digunakan saat ingin merubah konfigurasi ip.
#for ip in `grep -r -l "192.168.173.13"`; do sed 's/192.168.173.13/192.168.173.14/g' $ip; done
Dengan mudah kita dapat mengganti ip semua. Tanpa mengganti satu persatu suatu file.
Catatan:
- sed -n 's/test/itu/p' file.txt (Hanya akan menampilkan line dengan perubahanya saja
- sed -n '1,2p' file.txt (Hanya akan menampilkan line ke satu sampai line ke dua)

Add New Hardisk In Solaris

Untuk melakukan penmbahan disk terbaru pada server solaris kita. Yang perlu disiapkan peratama-tama adalaha hardisknya itu sendiri. Untuk hardisk jangan asal sembarangan memilih hardisk tapi sesuaikan dengan type server dan yang dianjurkan oleh mesin server anda. Karena jika asal pilih hardisk anda bisa-bisa system anda tidak dapat detek. Dan cara agar dapat mendetekan kita akali dengan raid. Akan tetapi jika anda ingin menggunakan zfs. Maka akan sia-sia atau anda rugi. Karena zfs merupakan system filesystem yang menyerupai raid akan tetapi dilevel aplikasi. Kemudian setelah kita install new hardisk kedalam server kita yang akan lakukan selanjutnya adalah menginisialisasi system dengan new hardrive, membuat partisi, cek hardisk partition. lets do it:
root#devfsadm (initialisasi agar system detect new hardrive)
root#format (Untuk buat partition)
Searching for disks…done
AVAILABLE DISK SELECTIONS:
0. c1t0d0 
/pci@0,0/pci1000,30@10/sd@0,0
1. c1t1d0 
/pci@0,0/pci1000,30@10/sd@1,0
Specify disk (enter its number): (Type number 1 yaitu drive baru)

format> fdisk
No fdisk table exists. The default partition for the disk is:
a 100% “SOLARIS System” partition

format> partition
format> print
Current partition table (original):
Total disk cylinders available: 1020 + 2 (reserved cylinders)
Part Tag Flag Cylinders Size Blocks
0 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
1 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
2 backup wu 0 – 1020 1.99GB (1021/0/0) 4182016
3 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
4 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
5 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
6 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
7 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
8 boot wu 0 – 0 2.00MB (1/0/0) 4096
9 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0

partition> 0 (Pilih 0 untuk menset full partition drive)
Part Tag Flag Cylinders Size Blocks
0 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
Enter partition id tag[unassigned]:
Enter partition permission flags[wm]:
Enter new starting cyl[0]: 0
Enter partition size[0b, 0c, 1e, 0.00mb, 0.00gb]: 1021c

partition> label
Ready to label disk, continue? y

# fsck /dev/rdsk/c1t1d0s0 (Cek Partition clean)
** /dev/rdsk/c1t1d0s0
** Last Mounted on
** Phase 1 – Check Blocks and Sizes
** Phase 2 – Check Pathnames
** Phase 3a – Check Connectivity
** Phase 3b – Verify Shadows/ACLs
** Phase 4 – Check Reference Counts
** Phase 5 – Check Cylinder Groups

Make IPMP (Internet Protocol Multi-Path) in Solaris

IPMP merupakan salah satu cara dari redudancy interface jika salah satu interface mengalami problem. Di dalam Data center hal itu sering terjadi apalagi jika dalam melakukan pengcrimpingan kabelnya bermasalah. senggol sedikit goyang dan gampang copot. :tepuk jidat
Oleh sebab itu kita perlu melakukan ancang2 sebelumnya yaitu salah satu nya adalah mengkonfigurasi network kita dengan menggunakan IPMP. Di linux kita kenal bonding prinsipnya hampir sama yaiut redudancy. Langkah yang perlu kita siapkan adalah minimal kita punya dua interface kemudian kita buat group di interface tersebut jadi deh. Prakteknya lets do it.
tak# dladm show-dev (cek interface yang kedetect ma system kita)
tak# ifconfig igb0 plumb (mengaktifkan interface jika belum aktif)
tak# ifconfig igb1 plumb 
tak# vi /etc/hosts (kita akan memberitahu system bahwa group yang kita buat memiliki alamat ip)
192.168.0.14  dbtakIP
tak# ifconfig igb0 192.168.0.14/24 up
tak# ifconfig igb0 group dbtak
tak# ifconfig igb1 group dbtak
tak# ifconfig -a
igb0: flags=1000843 mtu 1500 index 3
        inet 192.168.0.14 netmask ffffff00 broadcast 192.168.0.255
        groupname dbtak
        ether 8:0:27:67:8b:5e
igb1: flags=1000842 mtu 1500 index 4
        inet 0.0.0.0 netmask 0
        groupname dbtak
        ether 8:0:27:9:49:d
untuk membuat static IPMP
tak# vi /etc/hostname.igb0
dbtakIP netmask + broadcast + group dbtak up

tak# vi /etc/hostname.igb1
group dbtak up
Please copy and share it, if it helps you
 
Copyright 2009 My Note All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes
Blogger Templates