Mungkin temen-temen juga lagi pusing kenapa baru install kok mendapatkan masalah seperti itu. "Repository 'ovm_repo' is missing name in configuration, using id
Error: Cannot retrieve repository metadata (repomd.xml) for repository: ovm_repo
Please verify its path and try again"
Jangan panik, caranya mudah. itu artinya ada yang tidak betul dengan configurasi di system OVM yang baru. Kita bisa lihat di dalam /etc/yum.repos.d/
[root@VmServer ~]# cat /etc/yum.repos.d/ovm.repo
[ovm_repo]
gpgcheck = 0
baseurl =
enabled = 1
Kita bisa lihat bahwa baseurl -nya kosong. Kita perlu cari tahu dimana tempat dapeting link yum repository buat OVM. Linknya ada di sini http://public-yum.oracle.com. Silahkan follow procedure nya.
Tampilkan postingan dengan label Virtual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virtual. Tampilkan semua postingan
Repository yum Problem pada OVM
Posted by
Miftachul Tri Prastyo Utomo
on Selasa, 25 Februari 2014
Labels:
Linux,
problem linux,
Virtual
/
Comments: (0)
Create VM in Oracle Vm Server
Teknologi Virtualisasi sangatlah berkembang pesat saat ini. Sampai-sampai kita sebagai pengguna atau engineer juga kebingungan dalam memilihnya. Virtualisasi menjadi suatu persaingan tersendiri dari para pengembangnya. Lihat saja dari Vmware, Xen, RedHat Virtualisation dan yang muncul lumayan baru ini dari oracle VM Server.
Oracle VM Server adalah product virtualisasi terbaru dari oracle dimana dahulu oracle atau solaris mengembangkan virtualisasi hanya sebatas teknologi virtualisasi berbasis para virtualisasi saja yaitu LDOM. Oracle Vm Server dapat support product-product bawaan dari oracle itu sendiri yaitu Oracle linux dan Solaris.
Pada Tulisan saya kali ini, saya akan mencoba membangun VM Server yang sederhana yang penting jalan. Untuk real Virtualisasi dengan system yang besar memang diperlukan arsitektur yang komplex. Sebut saja terdapat storage pada system tersebut. Tapi dalam perancangan saya kali ini, saya hanya mengembangkan storage di dalam hardisk lokal server. Kebetulan ada spare hardisk yang tidak terpakai sehingga bisa dimanfaatkan.
Oracle VM Server adalah product virtualisasi terbaru dari oracle dimana dahulu oracle atau solaris mengembangkan virtualisasi hanya sebatas teknologi virtualisasi berbasis para virtualisasi saja yaitu LDOM. Oracle Vm Server dapat support product-product bawaan dari oracle itu sendiri yaitu Oracle linux dan Solaris.
Pada Tulisan saya kali ini, saya akan mencoba membangun VM Server yang sederhana yang penting jalan. Untuk real Virtualisasi dengan system yang besar memang diperlukan arsitektur yang komplex. Sebut saja terdapat storage pada system tersebut. Tapi dalam perancangan saya kali ini, saya hanya mengembangkan storage di dalam hardisk lokal server. Kebetulan ada spare hardisk yang tidak terpakai sehingga bisa dimanfaatkan.
Pada Gambar diatas, Arsitektur VM Server secara default adalah terdapat VM Manager untuk mengontrol VM menggunakan GUI, VM Server merupakan server Dom 0 atau Control Domain dari Virtualisasi, Storage merupakan tempat penyimpanan VM Client dan data-datanya.
Untuk menggunakan VM Server ini, ada beberapa step yang harus dilakukan, yaitu setup semuanya
Untuk Installing System VM Server silahkan mengacu pada link ini VM Server Doc sedangkan untuk VM Manager, silahkan mengacu disini VM Manage Doc. Sedangkan Tips dari saya untuk menginstall VNC Client silahkan unduh dan install di link ini Additional Package.
Kemudian untuk melakukan Management Resource. Lakukan discover pencarian Server Terlebih dahulu kemudian baru create Server Pool. Selanjutnya bisa baca disini Quick Setup VM or tinggal coba-coba saja yang penting konsep harus ngerti. Ibarat kita akan merangkai suatu machine kpmputer. Kita butuh cpu,memory,hardisk dan jika butuh koneksi berarti kita butuh set network dengan NIC and IP.
Migrate data using ZFS from Old Filesystem to new Filesystem
Posted by
Miftachul Tri Prastyo Utomo
on Rabu, 11 September 2013
Kadang kita menemukan kendala yang mana pool kita sudah penuh akan tetapi data terus tumbuh berkembang. Cara mengatasi hal tersebut kita pasti memerlukan downtime meskipun hanya sebentar. tetapi akan lebih baiknya kita pindah server utama ke standbay terlebih dahulu baru kita maintenance sistem kita. untuk mengatasi masalah tersebut kita cukup menggunakan feature snapshot dari zfs. kita dapat dengan cepat memindahkan data. Langkah yang akan diambil siapkan new filesystem baru di another pool. setelah itu kita lakukan snapshoot data pada filesytem yang lama. Kemudian kita transfer datanya kita kirimkan ke filesystem yang baru. Kemudian remove filesystem yang lama, jika tidak server tidak dapat bootup secara sempurna. karena memiliki dua filesystem yang melakukan mountpoint terhadapat mount yang sama. untuk tahu caranya adalah sebgai berikut.
zfs create app_pool/disc1 ### new filesystem di another pool zfs unmount -f rpool/disc1 ###melakukan downtime terhadapa filesystem dengan cara unmount dari zfs zfs snapshot rpool/disc1@snapshot1 ##buat snapshotnya zfs send rpool/disc1@snapshot1 | zfs receive -F app_pool/disc1 ### Transfer snapshotnya ke new filesystem zfs set mountpoint=/disc1 app_pool/disc1 zfs destroy rpool/disc1
Create Real Home in zfs
Posted by
Miftachul Tri Prastyo Utomo
on Jumat, 03 Mei 2013
Apabila kita install solaris dengan menggunakan zfs, Secara default /home sudah dicreate. Akan tetapi tidak digunakan, Justru zfs sudah membuat pada rpool/export/home. Jika kita sudah menggunakan linux maka biassanya kita akan melakukan create user di dalam /home/. Oleh sebab itu kita perlu melakukanya dengan melakukan mounting sbb.
zfs set mountpoint=/home rpool/export/homekarena /home sudah ada maka kita tinggla melakukan mount pada rpool/export/home. saat melakukan command diatas akan muncul message bahwa device /home sedang busy. Kemudian rpoo/export/home akan hilang didalam partisi disk jika kita ketikan df -h. Akan tetapi zfs sebenarnya sudah melakukan mounting partisi tersebut.Untuk melihatnya kita perlu melakukan reboot
Total Disk using By LDOM
Posted by
Miftachul Tri Prastyo Utomo
on Selasa, 19 Februari 2013
LDOM merupakan logic domain dari suatu virtualisas di solaris. karena semua-nya adalah virtual. kadang kita tidak tau berapa total sebenernya yang kita gunakan di hardisk. untuk mengeceknya
1.Cek ldom yang ingin kita cek
1.Cek ldom yang ingin kita cek
# ldm list NAME STATE FLAGS CONS VCPU MEMORY UTIL UPTIME primary active -n-cv- SP 16 16160M 4.0% 6d 4h 15m ldom2 active -n---- 5000 32 32G 1.1% 6d 4h 12m ldom1 inactive ------ 32 16G2. cek konfigrasi yang ada di ldom yang ingin kita cek
# ldm list-bindings
-------------------------------------------------------------
DISK
NAME VOLUME TOUT ID DEVICE SERVER MPGROUP
ldom1-vol0 ldom1-vol0@primary-vds0 0
ldom1-vol1 ldom1-vol1@primary-vds0 1
ldom1-vol2 ldom1-vol2@primary-vds0 2
ldom1-vol3 ldom1-vol3@primary-vds0 3
ldom1-log1 ldom1-log1@primary-vds0 4
ldom1-log2 ldom1-log2@primary-vds0 5
ldom1-fls1 ldom1-fls1@primary-vds0 6
ldom1-vol4 ldom1-vol4@primary-vds0 7
3. cek pada primary lokasi mounting file nya
# ldm list-bindings primary
----------------------------------------------------------------
VDS
NAME VOLUME OPTIONS MPGROUP DEVICE
primary-vds0 ldom1-vol0 /os_pool/ldom1/os-disk
ldom1-vol1 /ssd_pool/ldom1/ssd-1
ldom1-vol2 /app_pool/ldom1/app-1
ldom1-vol3 /log_pool/ldom1/log-1
ldom1-log1 /zfs_log/ldom1/log-1
ldom1-log2 /zfs_log/ldom1/log-2
ldom1-fls1 /test_pool/ldom1/flash-disk
ldom1-vol4 /log_pool/ldom1/log-2
ldom2-vol0 /os_pool/ldom2/os-disk
ldom2-vol1 /ssd_pool/ldom2/ssd-1
ldom2-vol2 /app_pool/ldom2/app-1
ldom2-vol3 /log_pool/ldom2/log-1
ldom2-log1 /zfs_log/ldom2/log-1
ldom2-log2 /zfs_log/ldom2/log-2
4. telusuri satu-satu deh dan jumlah size totalnya
untuk ldom1-vol0
# ls -lh /os_pool/ldom1/os-diskdst sampai ldom1-vol4
Setting Host-Only Virtualbox can Connect Internet
Dulu saya tidak pernah mengalami suatu masalah dengan namanya network jika menggunakan Virtualbox atau Vm lainya. akan tetapi suatu ketika saya bekerja dikantor yang baru. yang mana policy kantor tersebut mewajibkan untuk satu user satu ip. Karena metode yang saya gunakan dulu adalah bridge untuk koneksi dari komputer windows saya ke VM linux saya.
Dengan menggunakan metoda bridge mengartikan bahwa komputer VM kita juga akan mendapatkan IP yang sama dengan komputer domain kita. sehingga kita juga dapat mengakses komputer VM kita melalui network karena setara dengan komputer domain kita.
Nah akan tetapi, masalah saya sekarang komputer office hanya diberi satu ip. sedangkan saya ingin mengakses VM saya dari domain komputer saya dan VM saya dapat konek ke internet.
Jadi solusinya saya buat VM saya memiliki dua interface network dengan menjadikanya NAT dan Host Only. Kita setting Nat agar komputer kita dapat melakukan koneksi keluar(internet dan komputer tetangga domain) menggunakan IP VM. Jika kita menggunakan NAT saja kurang cukup karena kita hanya dapat melakukan koneksi ke network di luar saja. akan tetapi jika dari luar ingin melakukan koneksi ke vm kita maka kita melakukan konfigurasi tambahan yaitu dengan memanfaatkan feature port forwarding. Akan tetapi agar tidak ribet kita bisa menambahkan Host-only pada interface VM kita.
Host Only mengartikan bahwa VM kita hanya menjadi host dari komputer domain kita. Dengan kata lain komputer domain kita dapat akses ke VM kita dan begitu juga sebaliknya. Akan tetapi komputer VM kita tidak dapat diakses dari luar, makanya disebut host-only.
Untuk setting Interface-nya di Virutalbox Manager
1. jika sudah start OS Virtual kita., kebetulan OS yang saya gunakan adalah fedora
2. setting ip kita dengan benar, untuk interface eth0 kita gunakan menjadi NAT. Secara default Virtualbox sudah menyiapkan dhcp dan default gatewanya. kita dapat mencobanya dengan mengetikan
3. setting default gateway
4. coba test ping ke google atau komputer tetangga.
5. setting eth1 kita yang sudah kita set menjadi Host-only, virtual box sudah menyediakan range ip yang digunakan yaitu 192.168.56.2-192.168.56.254
6. coba kita test dari komputer domain kita ping ke 192.168.56.2
Selesailah komputer domain kita dapat mengakses Vm kita dan Vm kita dapat koneksi ke luar network
Dengan menggunakan metoda bridge mengartikan bahwa komputer VM kita juga akan mendapatkan IP yang sama dengan komputer domain kita. sehingga kita juga dapat mengakses komputer VM kita melalui network karena setara dengan komputer domain kita.
Nah akan tetapi, masalah saya sekarang komputer office hanya diberi satu ip. sedangkan saya ingin mengakses VM saya dari domain komputer saya dan VM saya dapat konek ke internet.
Jadi solusinya saya buat VM saya memiliki dua interface network dengan menjadikanya NAT dan Host Only. Kita setting Nat agar komputer kita dapat melakukan koneksi keluar(internet dan komputer tetangga domain) menggunakan IP VM. Jika kita menggunakan NAT saja kurang cukup karena kita hanya dapat melakukan koneksi ke network di luar saja. akan tetapi jika dari luar ingin melakukan koneksi ke vm kita maka kita melakukan konfigurasi tambahan yaitu dengan memanfaatkan feature port forwarding. Akan tetapi agar tidak ribet kita bisa menambahkan Host-only pada interface VM kita.
Host Only mengartikan bahwa VM kita hanya menjadi host dari komputer domain kita. Dengan kata lain komputer domain kita dapat akses ke VM kita dan begitu juga sebaliknya. Akan tetapi komputer VM kita tidak dapat diakses dari luar, makanya disebut host-only.
Untuk setting Interface-nya di Virutalbox Manager
1. jika sudah start OS Virtual kita., kebetulan OS yang saya gunakan adalah fedora
2. setting ip kita dengan benar, untuk interface eth0 kita gunakan menjadi NAT. Secara default Virtualbox sudah menyiapkan dhcp dan default gatewanya. kita dapat mencobanya dengan mengetikan
#dhclient eth0
3. setting default gateway
#route add default gw 10.0.2.2 dev eth0
4. coba test ping ke google atau komputer tetangga.
5. setting eth1 kita yang sudah kita set menjadi Host-only, virtual box sudah menyediakan range ip yang digunakan yaitu 192.168.56.2-192.168.56.254
#ifconfig eth1 192.168.56.101/24
6. coba kita test dari komputer domain kita ping ke 192.168.56.2
Selesailah komputer domain kita dapat mengakses Vm kita dan Vm kita dapat koneksi ke luar network


