RSS
Tampilkan postingan dengan label Solaris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solaris. Tampilkan semua postingan

Login SSH to linux use Putty Windows with Shared Key

Pada tulisan saya kali ini saya ingin berbagi sekaligus menjadi catatan saya sendiri. Mungkin kita sering mendapatkan masalah saat ingin melakukan login ke server linux menggunakan Putty dari Windows. Sebenarnya konsepnya hampir sama seperti saat kita ingin login dari linux ke linux menggunakan Shared Key. Perlu diingat, Shared key yang kita gunakan disini adalah public key yang akan kita generate menggunakan rsa.
Perlu dijelaskan lagi, apasih keunggulan dari login menggunakan metode ini. Keunggulanya adalah kita dapat melakukan login tanpa menggunakan password dari account yang bersangkutan cukup dengan menggunakan secret passphrase. Selain itu hanya orang yang mempunya secret key ini saja yang bisa login. Jadi ada 2 pengamanan disini. Selain harus tau passphrase nya pengguna juga harus punya secret key nya.
Langsung saja saya akan break down apa saja yang akan kita siapkan. Pertama adalah SSH Server di linux (Bisa Bebas di OS mana konsepnya hampir sama). Kemudian yang kedua adalah Client.

Bagian Client


1. Download putty.exe ,putty-keygen dan winscp
putty.exe adalah applikasi ssh client. Sedangkan putty-keygen merupakan program untuk menggenerate private key dan public key nya.
2. Open putty-keygen nya
Kemudian kita pilih pada option menggunakan rsa2 dan jumlah bit 1024. Setelah itu kita click tombol generate. Disitu kita disuruh untuk menggerakan mouse kita pada box yang tersedia. Hal itu dilakukan untuk menggenerate acak dari key kita. Kemudia kita masukan passphrase yang ingin kita masukan. Langkah terakhir kita save private key dan publik key-nya.
3. Edit Publik Key sebelum kita kirim ke server tujuan
Buka file dengan editor kesukaan anda. Kalo saya notepad ++ saja. tambahkan ssh-rsa pada bagian awal public key dan pastikan kode file tersebut dalam satu baris

ssh-rsa AAAAB3NzaC1yc2EAAAABJQAAAQEAhK8zzE2lr43YlU/R3bVPsBLt2IVoRzdMQLdMjOUyjwnqVVQpq6WyVenR2+azzUM5nVaggcncGVa41F1L5LaOkn0fcQShcd2eqmBjQ8cQs0axud65wntLwO/2pfXu5mvUxyw29z0jBi/Koux8BikSOodPc7E4psbd4IvSIjrHEPbT6m0MFuITBnUOB5o1jm3OSSQuhCf+ozcpVexlsNbrqy/mm06fJ5j+Kiu8NXsXtE/gPk1UDthkyQdSA6hLM6KKpGpLrMEmziUEW9J3xZU6gPdN70HwR5np5VBiGax3DOvZ+KpRsT/hj5MixxYeB6s+yZBZ1xCcP0NziMdSufk+uQ== SVCFTP@hotname


3. Send over publik key ke server tujuan menggunakan winscp

4. Setting applikasi putty client agar login beserta private key

Click session masukan hostname or IP server tujuan. Open dengan menggunakan ssh port 22(default, Jika adaperubahan sesuaikan). Kemudian click data masukan username dari username server yang menyimpan publik key kita. Setelah itu klik pada ssh - auth dan masukan file private key kita. Itu saja konfigurasinya kemudian kita save.

Bagian Server



1. Check settingan pada /etc/ssh/sshd_config

PubkeyAuthentication yes
RSAAuthentication yes
AuthorizedKeysFile .ssh/authorized_keys

Kita harus mengaktifkan RSAAuthentication dan Public Key Authentication karena itulah yang akan kita gunakan. Sedangkan AuthorizedKeysFile merupakan letak dari public key file yang akan di read oleh ssh server

2. Jika ada perubahan di sshd_config. Jangan lupa untuk dilakukan reload
/etc/init.d/sshd reload

Jika hanya perubahan konfigurasi alangkah lebih baiknya hanya kita reload aja. Sehingga tanpa mengganggu koneksi yang sedang aktif.

3. Sekarang waktunya kita membuat folder untuk meletakan key di dalam file authorized_keys

cd
mkdir .ssh
chmod 700 .ssh
touch .ssh/authorized_keys
chmod 600 .ssh/authorized_keys

Maksud cd diatas untuk masuk kedalam home folder si user. Kemudian perlu diingat akan permission nya. Jika tidak anda akan kebingungan apa yang salah. Saya sendiri juga pernah mengalami masalah tersebut. Tapi tenang saja kita bisa troubleshoot nya pada log /var/log/secure.

4. Masukan public key yang dikirimkan dari client ke Server kedalam authorized_keys

cd
cat publik_key >> .ssh/authorized_keys


Setelah semuanya sudah siap saat nya untuk mencobanya. Pada putty yang sudah kita setting tadi kita load dan open connection. Apabila erronya adalah our key refused berarti publik key yang kita kirimkan mengalami masalah.

A Lot of file in /var/spool/clientmqueue

    Pernah saya mendapati problem bahwa didalam /var/spool/clientmqueue terdapat banyak sekali file. Kemudia saya cek didalam /var/log/maillog, ternyata file tersebut membengkak. setelah cek didalam /var/log/maillog isinya hanya berupa "stat=Deferred: Connection refused by [127.0.0.1]".
    Setelah saya coba cek service pada sendmail ternyata service sendmail server tidak menyala. setelah saya aktifkan sendmail daemon servernya log pada /var/log/maillog menggenerate lagi akan tetapi message dia berubah menjadi connection successfull dan dapat mengirimkan mail ke user di dalam system.
    Untuk mengatasi agar maillog tidak membengkak. Kita perlu clear queue log tersebut. untuk mengecek berapa banyak queue log-nya dengan cara mailq. maka anda akan diberi summary berupa statistic mail yang akan anda terima dari system. Kemudia cara gampang untuk menghapus queue mail. cukup dengan masuk ke /var/spool/mqueue kemudian rm file yang ada didalamnya. Jika sudah coba anda masuk ke dalam /var/spool/clientmqueue maka hanya akan ada 1 file saja, yaitu pid file dari sendmail client.

Migrate data using ZFS from Old Filesystem to new Filesystem

Kadang kita menemukan kendala yang mana pool kita sudah penuh akan tetapi data terus tumbuh berkembang. Cara mengatasi hal tersebut kita pasti memerlukan downtime meskipun hanya sebentar. tetapi akan lebih baiknya kita pindah server utama ke standbay terlebih dahulu baru kita maintenance sistem kita. untuk mengatasi masalah tersebut kita cukup menggunakan feature snapshot dari zfs. kita dapat dengan cepat memindahkan data. Langkah yang akan diambil siapkan new filesystem baru di another pool. setelah itu kita lakukan snapshoot data pada filesytem yang lama. Kemudian kita transfer datanya kita kirimkan ke filesystem yang baru. Kemudian remove filesystem yang lama, jika tidak server tidak dapat bootup secara sempurna. karena memiliki dua filesystem yang melakukan mountpoint terhadapat mount yang sama. untuk tahu caranya adalah sebgai berikut.
zfs create app_pool/disc1 ### new filesystem di another pool
zfs unmount -f rpool/disc1  ###melakukan downtime terhadapa filesystem dengan cara unmount dari zfs
zfs snapshot rpool/disc1@snapshot1   ##buat snapshotnya
zfs send rpool/disc1@snapshot1 | zfs receive -F app_pool/disc1   ### Transfer snapshotnya ke new filesystem
zfs set mountpoint=/disc1 app_pool/disc1
zfs destroy rpool/disc1

Vi Editor

Vi adalah Visual editor. Vi merupakan editor default dari linux atau solaris. Vi merupakan applikasi yang ringan dan aman dalam melakukan pengeditan configurasi. Berikut merupakan command2 yg sering digunkan. Untuk informasi tambahan vi terdiri dri dua mode. Command mode dan writing mode.
Cursor mode:

A (appnd) digunakan untuk menambah huruf baru didepan cursor
I (insert)  untuk menyisipi huruf baru dibelakng cursor
U digunakan untuk mengundo yg dchange sblmnya
Dw digunakan untuk delete word
Dd digunakan untuk delete line
Yy digunakan untuk copy line
$ digunakan untuk memindahkan cursor ke paling ujung line
^ digunkan untuk memindahkn kursor paling awal line
B digunakan untuk memindahkan cursor ke depan kata
W digunakan untuk memjukan cursor ke akhir kata
^f untu memjukn screen
^b untuk memundurkan screen
/kata untuk melkukn pencarian
R untuk replace
Shift + g untuk memindhkan cursor ke paling bawah
:0 untuk memindahkan cursor ke paling atas

Command mode:
:%s/cari/replace/g merep,ace semua smp bawah
:set nu untuk mrmbetikan line nmber

Add New Hardisk In Solaris

Untuk melakukan penmbahan disk terbaru pada server solaris kita. Yang perlu disiapkan peratama-tama adalaha hardisknya itu sendiri. Untuk hardisk jangan asal sembarangan memilih hardisk tapi sesuaikan dengan type server dan yang dianjurkan oleh mesin server anda. Karena jika asal pilih hardisk anda bisa-bisa system anda tidak dapat detek. Dan cara agar dapat mendetekan kita akali dengan raid. Akan tetapi jika anda ingin menggunakan zfs. Maka akan sia-sia atau anda rugi. Karena zfs merupakan system filesystem yang menyerupai raid akan tetapi dilevel aplikasi. Kemudian setelah kita install new hardisk kedalam server kita yang akan lakukan selanjutnya adalah menginisialisasi system dengan new hardrive, membuat partisi, cek hardisk partition. lets do it:
root#devfsadm (initialisasi agar system detect new hardrive)
root#format (Untuk buat partition)
Searching for disks…done
AVAILABLE DISK SELECTIONS:
0. c1t0d0 
/pci@0,0/pci1000,30@10/sd@0,0
1. c1t1d0 
/pci@0,0/pci1000,30@10/sd@1,0
Specify disk (enter its number): (Type number 1 yaitu drive baru)

format> fdisk
No fdisk table exists. The default partition for the disk is:
a 100% “SOLARIS System” partition

format> partition
format> print
Current partition table (original):
Total disk cylinders available: 1020 + 2 (reserved cylinders)
Part Tag Flag Cylinders Size Blocks
0 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
1 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
2 backup wu 0 – 1020 1.99GB (1021/0/0) 4182016
3 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
4 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
5 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
6 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
7 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
8 boot wu 0 – 0 2.00MB (1/0/0) 4096
9 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0

partition> 0 (Pilih 0 untuk menset full partition drive)
Part Tag Flag Cylinders Size Blocks
0 unassigned wm 0 0 (0/0/0) 0
Enter partition id tag[unassigned]:
Enter partition permission flags[wm]:
Enter new starting cyl[0]: 0
Enter partition size[0b, 0c, 1e, 0.00mb, 0.00gb]: 1021c

partition> label
Ready to label disk, continue? y

# fsck /dev/rdsk/c1t1d0s0 (Cek Partition clean)
** /dev/rdsk/c1t1d0s0
** Last Mounted on
** Phase 1 – Check Blocks and Sizes
** Phase 2 – Check Pathnames
** Phase 3a – Check Connectivity
** Phase 3b – Verify Shadows/ACLs
** Phase 4 – Check Reference Counts
** Phase 5 – Check Cylinder Groups

Make IPMP (Internet Protocol Multi-Path) in Solaris

IPMP merupakan salah satu cara dari redudancy interface jika salah satu interface mengalami problem. Di dalam Data center hal itu sering terjadi apalagi jika dalam melakukan pengcrimpingan kabelnya bermasalah. senggol sedikit goyang dan gampang copot. :tepuk jidat
Oleh sebab itu kita perlu melakukan ancang2 sebelumnya yaitu salah satu nya adalah mengkonfigurasi network kita dengan menggunakan IPMP. Di linux kita kenal bonding prinsipnya hampir sama yaiut redudancy. Langkah yang perlu kita siapkan adalah minimal kita punya dua interface kemudian kita buat group di interface tersebut jadi deh. Prakteknya lets do it.
tak# dladm show-dev (cek interface yang kedetect ma system kita)
tak# ifconfig igb0 plumb (mengaktifkan interface jika belum aktif)
tak# ifconfig igb1 plumb 
tak# vi /etc/hosts (kita akan memberitahu system bahwa group yang kita buat memiliki alamat ip)
192.168.0.14  dbtakIP
tak# ifconfig igb0 192.168.0.14/24 up
tak# ifconfig igb0 group dbtak
tak# ifconfig igb1 group dbtak
tak# ifconfig -a
igb0: flags=1000843 mtu 1500 index 3
        inet 192.168.0.14 netmask ffffff00 broadcast 192.168.0.255
        groupname dbtak
        ether 8:0:27:67:8b:5e
igb1: flags=1000842 mtu 1500 index 4
        inet 0.0.0.0 netmask 0
        groupname dbtak
        ether 8:0:27:9:49:d
untuk membuat static IPMP
tak# vi /etc/hostname.igb0
dbtakIP netmask + broadcast + group dbtak up

tak# vi /etc/hostname.igb1
group dbtak up

Enable HTTPS in Solaris

Untuk melakukan konfigurasi https di solaris. Peratama-tama yang perlu kita akan lakukan adalah mengubah service yang default adalah hanya http saja dalam SMF akan tetapi ditambah dengan SSL. Yang kedua yang perlu disiapkan adalah membuat key dan sertificatenya agar Koneksi SSL yang kita buat dikenali oleh client. Untuk pembuatan Certificate ini hanya dilakukan untuk testing saja. Yang benar adalah anda memerlukan CA(Certificate Authority) dan harus bayar.
Lanjut sekarang kita masuk langkah pertama
1. Mengubah SMF service
tak# svcadm -a | grep http (untuk melihat alamat servicenya)
tak# svcprop -p httpd/ssl svc:network/http:apache2 (Untuk mengecek apakah nilainy true, jika masih false lanjut nexstep)
tak# svccfg -s http:apache2 setprop httpd/ssl=true (set nilai dari service httpd dengan modul ssl adalah true. atau gampangnya mengenablekan module ssl)
tak# cp /etc/apache2/conf.d/httpd-sample.conf /etc/apache2/conf.d/httpd.conf (karena secara default httpd.conf belum ada dan kita mau start service maka kita copy yang samplenya saja biar ga error)
tak# svcadm refresh svc:network/http:apache2 (Jika sebelumnya adalah disable)
tak# svcadm enable svc:network/http:apache2
tak# netstat -an | grep 443 | grep LISTENING (Cek Port 443 aktif)
2. Untuk membuat key hampir sama dengan tulisan saya sebelumnya, tapi cuman yang waktu generate kay saja
Configure HTTPS di Linux
3. Jika sudah dibuat jangan lupa konfigurasi ssl.conf
tak# vi /etc/apache2/ssl.conf
SSLCertificateFile /etc/apache2/key/ca.crt
SSLCertificateKeyFile /etc/apache2/key/ca.key
(Letakan sesuai dengan certificate dan key yang sudah dibuat sebelumnya)
Hanya itu yang perlu dirubah kemudian restart
tak# svcadm disable svc:network/http:apache2
tak# svcadm enabel svc:network/http:apache2

Manajemen user di Solaris

Untuk melakukan add User dalam solaris. Lebih baik kita set dulu formatnya. Solaris tidak sama dengan linux dalam membuat account user. Solaris more manual. So kita mesti set dengan baik-baik sebelum membuat. 1. Untuk membuat user

#useradd -D -b /export/home -g groupid
#useradd -s /usr/bin/bash -c "Rocky User Biasa" -u 102 -m rocky

Ket:
-D untuk mebuat format template
-b menentukan lokasi defaul base_dir
-g menetukan group untuk template
-s untuk menetukan skel yang digunakan
-c untuke menentukan comentar
-u untuk menentukan uid yang akan digunakan
-m untuk membuat home directory user
2. Untuk mendelete user
#userdel -r rocky

Ket:
-r untuk menghapus directory didalam user yang sudah diset sebetlumnya 3. Untuk melakukan perubahan user
#usermod -s /usr/bin/bash -c "Rocky itu salah" -u 100 -g dba

Ket:
untuk usermod semua parameter pilihanya sama dengan yang ada pada useradd
Didalam solaris kita juga dapat melakukan edit langsung user dengan merubah didalam /etc/passwd secara manual.

Change hostname solaris

Didalam solaris ada tiga file yang perlu diperhatikan dalam melakukan perubahan nama host. File yang diperhatikan adalah
1. Change file di /etc/hosts (terdapat 4 field yg bisa diisikan dalam pembuatan file ini yaitu ip,nama host,alias name dan komentar.
2. Change file di /etc/nodename (didalamnya hanya dapat diisi nama host atau ip)
3. Change file di /etc/hostname.interface (didalamnya diisi dengan ip nya)
Setelah itu baru kita reboot systemnya.

Mounting in Solaris

Mounting merupakan cara untuk menambahkan suatu drive baru kedalam system kita. Didalm solaris berbeda dengan linux. Solaris hanya mendeteksi filesystem ini saja
UFS UNIX file system (based on the BSD Fat Fast File system that was provided in the 4.3 Tahoe release). UFS is the default disk-based file system for the Oracle Solaris OS. Before you can create a UFS file system on a disk, you must format the disk and divide it into slices. For information on formatting disks and dividing disks into slices, see Chapter 10, Managing Disks (Overview).
ZFS The ZFS file system is available in the Solaris 10 6/06 release. For more information, see the Oracle Solaris ZFS Administration Guide.
HSFS High Sierra, Rock Ridge, and ISO 9660 file system. High Sierra is the first CD-ROM file system. ISO 9660 is the official standard version of the High Sierra file system. The HSFS file system is used on CD-ROMs, and is a read-only file system. Solaris HSFS supports Rock Ridge extensions to ISO 9660. When present on a CD-ROM, these extensions provide all UFS file system features and file types, except for writability and hard links.
PCFS PC file system, which allows read- and write- access to data and programs on DOS-formatted disks that are written for DOS-based personal computers.
UDFS The Universal Disk Format (UDFS) file system, the industry-standard format for storing information on the optical media technology called DVD (Digital Versatile Disc or Digital Video Disc).
reference: http://docs.oracle.com/cd/E19253-01/817-5093/fsoverview-20860/index.html
untuk melakukan pendeteksian dari type removable disk yang kita colokan kedalam server kita
# rmformat
Looking for devices…
1. Logical Node: /dev/rdsk/c0t1d0p0
Physical Node: /pci@0,0/pci-ide@1f,1/ide@0/sd@1,0
Connected Device: HL-DT-ST DVDRAM GSA-H42N RL00
Device Type: DVD Reader/Writer
2. Logical Node: /dev/rdsk/c4t0d0p0
Physical Node: /pci@0,0/pci8086,d605@1d,7/storage@3/disk@0,0
Connected Device: C2931006 Flash Disk 5.00
Device Type: Removable
- untuk melakukan mounting usb
#mount -F pcfs /dev/dsk/c4t0d0p0:c /mnt/usb
- untuk melakukn mount dvd
#mount -r -F udfs /dev/dsk/c0t1d0p0 /cdrom
-untuk melakukan mount cd-rom
#mount -r -f hsfa /dev/dsk/format_cdrom /cdrom

Create Real Home in zfs

Apabila kita install solaris dengan menggunakan zfs, Secara default /home sudah dicreate. Akan tetapi tidak digunakan, Justru zfs sudah membuat pada rpool/export/home. Jika kita sudah menggunakan linux maka biassanya kita akan melakukan create user di dalam /home/. Oleh sebab itu kita perlu melakukanya dengan melakukan mounting sbb.
zfs set mountpoint=/home rpool/export/home
karena /home sudah ada maka kita tinggla melakukan mount pada rpool/export/home. saat melakukan command diatas akan muncul message bahwa device /home sedang busy. Kemudian rpoo/export/home akan hilang didalam partisi disk jika kita ketikan df -h. Akan tetapi zfs sebenarnya sudah melakukan mounting partisi tersebut.Untuk melihatnya kita perlu melakukan reboot

Total Disk using By LDOM

LDOM merupakan logic domain dari suatu virtualisas di solaris. karena semua-nya adalah virtual. kadang kita tidak tau berapa total sebenernya yang kita gunakan di hardisk. untuk mengeceknya
1.Cek ldom yang ingin kita cek
# ldm list
NAME             STATE      FLAGS   CONS    VCPU  MEMORY   UTIL  UPTIME
primary          active     -n-cv-  SP      16    16160M   4.0%  6d 4h 15m
ldom2            active     -n----  5000    32    32G      1.1%  6d 4h 12m
ldom1            inactive   ------          32    16G
2. cek konfigrasi yang ada di ldom yang ingin kita cek
# ldm list-bindings
-------------------------------------------------------------
DISK
    NAME             VOLUME                      TOUT ID   DEVICE  SERVER         MPGROUP
    ldom1-vol0       ldom1-vol0@primary-vds0          0
    ldom1-vol1       ldom1-vol1@primary-vds0          1
    ldom1-vol2       ldom1-vol2@primary-vds0          2
    ldom1-vol3       ldom1-vol3@primary-vds0          3
    ldom1-log1       ldom1-log1@primary-vds0          4
    ldom1-log2       ldom1-log2@primary-vds0          5
    ldom1-fls1       ldom1-fls1@primary-vds0          6
    ldom1-vol4       ldom1-vol4@primary-vds0          7
3. cek pada primary lokasi mounting file nya
# ldm list-bindings primary
----------------------------------------------------------------
VDS
    NAME             VOLUME         OPTIONS          MPGROUP        DEVICE
    primary-vds0     ldom1-vol0                                     /os_pool/ldom1/os-disk
                     ldom1-vol1                                     /ssd_pool/ldom1/ssd-1
                     ldom1-vol2                                     /app_pool/ldom1/app-1
                     ldom1-vol3                                     /log_pool/ldom1/log-1
                     ldom1-log1                                     /zfs_log/ldom1/log-1
                     ldom1-log2                                     /zfs_log/ldom1/log-2
                     ldom1-fls1                                     /test_pool/ldom1/flash-disk
                     ldom1-vol4                                     /log_pool/ldom1/log-2
                     ldom2-vol0                                     /os_pool/ldom2/os-disk
                     ldom2-vol1                                     /ssd_pool/ldom2/ssd-1
                     ldom2-vol2                                     /app_pool/ldom2/app-1
                     ldom2-vol3                                     /log_pool/ldom2/log-1
                     ldom2-log1                                     /zfs_log/ldom2/log-1
                     ldom2-log2                                     /zfs_log/ldom2/log-2
4. telusuri satu-satu deh dan jumlah size totalnya untuk ldom1-vol0
# ls -lh /os_pool/ldom1/os-disk
dst sampai ldom1-vol4
Please copy and share it, if it helps you
 
Copyright 2009 My Note All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes
Blogger Templates